Jumat, 22 Juni 2012

PERBEDAAN KEPEMIMPINAN DENGAN MANAJEMEN


1.Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara kepemimpinan dengan Manajemen.
2. Apa saja pertimbangan yang perlu di pikirkan dalam memilih saluran yang tepat   untuk  penyampaian pesan ?

JAWAB

1.       Perbedaan Antara Kepemimpinan dan Manajemen

A.      Definisi Manajemen

 1.  Tiga definisi manajemen :
a. Manajemen adalah proses penggunaan sumber daya organisasi denganmenggunakan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi secaraefisien dan efektif.

b. Manajemen adalah suatu proses pencapaian tujuan organisais lewatusaha orang-orang lain.

c. Manajemen pada dasarnya merupakan suatu seni atau proses dalammenyelesaikan sesuatu yang terkait dalam pencapaian tujuan.

2.  Manajemen digunaka dalam kegiatan mengelolah kegiatan sekelompok oranguntuk mencapai tujuan dengan       efisien dan efektif.

3.  Definisi manajemen berdasarkan ketiga pendapat di atas bahwa manajemenadalah suatu kegiatan usaha  kearah pencapaian tujuan tertentu dengan melaluikerja sama orang lain serta dengan pemamfaatan sumber-sumber lain yangtersedia untuk itu antara lain orang, uang, materi, peralatan atau mesin, metodekerja dan pemasaran.

4. Perbedaan Manajemen dan manajer adalah bahwa manajemen adalahprosesnya dari suatu kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama orang lain,sedangka Manajer adalah orangnya yang senantiasa memikirkan kegiatanpencapaian tujuan dimaksud.

 
B.      Definisi Kepemimpinan

1. Tiga definisi kepemimpinan (leadership) :
a. Kepemimpinan adalah keterampilan dan kemampuan seseorangmempengaruhi perilaku orang lain, baik yang kedudukannya lebih tinggi,setingkat maupun yang lebih rendah dari padanya, dalam berpikir danbertindak agar perilaku yang semula mungkin individualistik danegosentrik berubah menjadi perilaku organizasional .

b. Kepemimpinan menyangkut sebuah proses mempengaruhi sosialdengan pengaruh yang disengaja digunakan oleh seseorang terhadaporang lain untuk menstruktur kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungandalam sebuah kelompok atau organisasi.
c. Kepemimpinan sebagai proses menggerakkan dan mempengaruhi oranglain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Cara kepemimpinan diterapkan adalah dengan menjaga integritas individusehingga mampu memancarkan pengaruh dan wibawa sedemikian rupansehingga orang lain mau melakukan apa yang dikehendaki, dengan cara atautaktik tertentu sehingga orang lain bersedia digerakkan atau dipengaruhi untukmencapai tujuan tertentu.

3. Definisi kepemimpinan berdasarkan ketiga pendapat di atas bahwakepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan menggerakkan orang laindengan sengaja untuk menapai tujuan yang telah ditentukan.

Perbedaan manajemen dan kepemimpinan adalah Kemimpinan terjadi setiap saat dan di mana pun asalkan ada seseorang yang berusaha untuk mempengaruhiperilaku orang lain atau kelompok, tanpa mengindahkan bentuk alasannya.

2. Pertimbangannya antara lain sebagai berikut :
Proses Komunikasi
                Proses komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses Komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yag efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).
                Proses Komunikasi, banyak melalui perkembangan. Pada penjelasan ini, akan dijelaskan berbagai proses komunikasi melalui model-model komunikasi itu sendiri :
1. Model Komunikasi Aristoteles
                Aristoteles menerangkan tentang model komunikasi dalam bukunya Rhetorica, bahwa setiap komunikasi akan berjalan jika terdapat 3 unsur utama :
  1. Pembicara, yaitu orang yang menyampaikan pesan
  2. Apa yang akan dibicarakan (menyangkut Pesan nya itu sendiri)
  3. Penerima, orang yang menerima pesan tersebut.
2. Model Komunikasi David K.Berlo
                Dalam model komunikasi David K.Berlo, diketahui bahwa komunikasi terdiri dari 4 Proses Utama yaitu SMRC (Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 Proses sekunder, yaitu Feedback, Efek, dan Lingkungan.
  1. Source (Sumber), Sumber adalah seseorang yang memberikan pesan atau dalam komunikasi dapat disebut sebagai komunikator. Walaupun sumber biasanya melibatkan individu, namun dalam hal ini sumberjuga melibatkan banyak individu. Misalnya, dalam organisasi, Partai, atau lembaga tertentu. Sumber juga sering dikatakan sebagai source, sender, atau encoder.
  2. Message (Pesan), pesan adalah isi dari komunikasi yang memiliki nilai dan disampaikan oleh seseorang (komunikator). Pesan bersifat menghibur, informatif, edukatif, persuasif, dan juga bisa bersifat propaganda. Pesan disampaikan melalui 2 cara, yaitu Verbal dan Nonverbal. Bisa melalui tatap muka atau melalui sebuah media komunikasi. Pesan bisa dikatakan sebagai Message, Content, atau Information
  3. Channel (Media dan saluran komunikasi), Sebuah saluran komunikasi terdiri atas 3 bagian. Lisan, Tertulis, dan Elektronik. Media disini adalah sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon, telegram, handphone, yang bersifat pribadi. Sedangkan komunikasi yang bersifat massa (komunikasi massa), dapat menggunakan media cetak (koran, suratkabar, majalah, dll) , dan media elektornik(TV, Radio). Untuk Internet, termasuk media yang fleksibel, karena bisa bersifat pribadi dan bisa bersifat massa. Karena, internet mencakup segalanya. Jika anda membuka www.kuliahkomunikasi.com < maka media ini bersifat massal, namun jika anda chattingh melalui yahoo messenger, maka media ini bersifat interpersonal, dan jika anda menuliskan Blog (blogging atau menulis diary), media ini bisa berubah menjadi media yang bersifat Intrapersonal (kepada diri sendiri).
  4. Receiver (Penerima Pesan), Penerima adalah orang yang mendapatkan pesan dari komunikator melalui media. Penerima adalah elemen yang penting dalam menjalankan sebuah proses komunikasi. Karena, penerima menjadi sasaran dari komunikasi tersebut. Penerima dapat juga disebut sebagai public, khalayak, masyarakat, dll.

Selasa, 01 Mei 2012

KONFLIK DALAM PERUSAHAAN


Perhatikan uraian kasus berikut ini
Terjadi percakapan telpon antara dua orang pimpinan dari sebuah perusahaan Kimia.
” Saya tidak perduli berapa banyak pekerjaan anda ” Bill vice presiden bidang pemasaran dan penjualan berkata, ” American Stell adalah salah satu pelanggan utama kita. Saya mengatakan kepada mereka bahwa dalam waktu dekat kita akan memberikan solvent atas produk mereka ”. ” Saya mengerti posisi anda Bill ” berkata Gary vice presiden bidang penelitian dan pengembangan, ” tetapi saat ini kami pun memiliki selusin proyek penting yang kami harus selesaikan secepatnya, jadi tolong anda sampaikan pada American Stell bahwa kita akan memberikan solvent mereka bulan depan ”. ” Kalau begitu keadaannya maka kita akan kehilangan mereka” kata Bill kepada Gary. ” Kami mohon maaf, kami tidak bisa berbuat apa apa, jika hal ini mengecewakan anda telponlah Henry[presiden perusahaan] dan katakan padanya bahwa kelompok litbang membutuhkan staff yang lebih banyak”.
Berdasarkan uraian diatas :
1.Apakah telah terjadi konflik ? Bila telah terjadi konflik, jenis konflik fungsional atau disfungsional yang terjadi ?
2.Apa saran anda agar
konflik yang terjadi menguntungkan organisasi ?
Jawab
1.      konflik disfungsional (Dysfunctional Conflict).
Konflik disfungsional adalah konflik yang merintangi pencapaian tujuan kelompok.
Menurut Robbins, batas yang menentukan apakah suatu konflik fungsional atau disfungsional sering tidak tegas (kabur). Suatu konflik mungkin fungsional bagi suatu kelompok, tetapi tidak fungsional bagi kelompok yang lain. Begitu pula, konflik dapat fungsional pada waktu tertentu, tetapi tidak fungsional di waktu yang lain. Kriteria yang membedakan apakah suatu konflik fungsional atau disfungsional adalah dampak konflik tersebut terhadap kinerja kelompok, bukan pada kinerja individu. Jika konflik tersebut dapat meningkatkan kinerja kelompok, walaupun kurang memuaskan bagi individu, maka konflik tersebut dikatakan fungsional. Demikian sebaliknya, jika konflik tersebut hanya memuaskan individu saja, tetapi menurunkan kinerja kelompok maka konflik tersebut disfungsional .

Dari pengertian konflik tersebut saya berasumsi bahwa yang terjadi dalam kasus ini adalah konflik  disfungsional

2.      Saran saya sebaiknya pihak Gary mendahulukan dulu permintaan Bill vice karena Bile vice menjanjikan mereka dalam waktu dekat akan memberikan solvent atas produk mereka. Karena bila tidak didahulukan bias jadi American Stell akan kehilangan klient tersebut. Setelah itu selesai di kerjakan baru pihak Gary menyelesaikan selusin proyek penting yang harus diselesaikan.

Senin, 02 April 2012

ORGANISASI FORMAL


Organisasi formal/ Resmi adalah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum.
1.       Contoh organisasi formal adalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas.
2.       Jenis struktur : Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran    melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya.
·         Tujuannya :  untuk membantu meningkatkan perusahaan, badan-badan, dan universitas yang berjalan tersebut.
·         Hirarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel.  level koorperasi.level devisional.
·         Penanggung jawab : perusahaan swasta , badan-badan, dan universitas yang berjalan tersebut.
3.       menurut saya begitu sama karena semua tujuan organisasi adalah untuk meningkat kan kesejahteraan perusahaan tersebut.dan menjaga kepercayaan masyarakat yang ikut dalam berorganisasi.  

      http://www.gunadarma.ac.id/    


Selasa, 13 Maret 2012

MEMPERJUANGKAN ASPIRASI MASYARAKAT


Beberapa orang aktivis ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat. Mereka mempunyai kepedulian yang sama terhadap kondisi masyarakat terutama hal yang berhubungan dengan permasalahan hukum dan ekonomi, namun mereka menyadari bahwa untuk memperjuangkan hal tersebut bukan persoalan yang mudah. Pada sisi yang lain beberapa aktivis tersebut mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan partai politik yang memberikan jaminan kepada mereka bahwa mereka nantinya akan diangkat menjadi wakil rakyat di lembaga legislatif.

Pertanyaan :
1. Pilihan manakah yang sebaiknya mereka ambil, apakah tetap pada komitmen mereka semula yaitu memperjuangkan aspirasi tersebut di luar  lembaga resmi ataukah mereka menerima tawaran partai politik? Jelaskan jawaban anda !
2. Bila mereka sepakat memperjuangkan diluar lembaga resmi, jenis organisasi apakah yang sebaiknya mereka bentuk ?
JAWAB
1.      Saya lebih memilih untuk tetap pada komitmen semula yaitu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena :
meraka harus tetap memperjuangkan apa yang telah mereka lakukan.karena mereka memiliki jiwa yang besar terhadap masyarakat yang telah tertindas oleh hukum negara yang kacau dan ekonomi negara yang tak pernah kunjung benar. dan apabila mereka menerima tawaran dari partai politik justru mereka akan lupa dengan tujuan utama mereka dan sia-sialah tujuan yang selama ini mereka ingin capai. dan sebaiknya mereka membentuk lembaga sosial politik dan ekonomi yang   bertujuan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat supaya apa yang telah di minta oleh rakyat dapat dipertimbangkan oleh pemerintah.
2.      Diluar lembaga resmi yang memperjuangkan aspirasi masyarakat menurut saya diantaranya:
v  LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut.
 yang mempunyai :
·         Visi :
Terwujudnya tata kehidupan sosial budaya, politik, hukum, ekonomi dan alam yang adil, damai dan demokratis bagi masyarakat adat baik laki-laki maupun perempuan di Tanah Indonesia.
·         Misi :

1. Memfasilitasi penguatan kapasitas LSM partisipan Foker dengan mendasarkan pada pendekatan integratif, untuk mendorong terjadinya penguatan lembaga adat dan organisasi rakyat
2.Mengembangkan pusat informasi dan dokumentasi untuk mendukung program-program penguatan kapasitas kelembagaan dan advokasi kebijakan publik.
3.Menggalang dukungan pada lingkup lokal, nasional dan internasional untuk pelaksanaan program

·         Tujuan :

Mendorong pemberdayaan partisipan, lembaga adat dan organisasi rakyat sebagai proses penguatan masyarakat sipil yang bertumpu pada pendekatan integratif perspektif Gender, HAM, dan Lingkungan.